Sunday, September 23, 2012

Rivaroxaban dan stroke

Pada awal November 2011, rivaroxaban mendapat persetujuan Food and Administration (FDA) Amerika Serikat untuk pencegahan stroke dan embolik sistemik pada pasien Fibrilasi Atrial nonvalvular dengan dosis 20 mg (atau 15 mg jika clearance kreatinin 15-50 ml/ menit) sehari sekali pada malam hari saat makan. Disertai juga peringatan mengenai peningkatan risiko stroke ketika pasien menghentikan obat.

Rivaroxaban merupakan inhibitor langsung faktor Xa, memiliki waktu mencapai puncak dalam 3 jam, waktu paruh 6 sampai 10 jam serta dua pertiga terekskresi melalui ginjal (Katsnelson M et al, 2012).

Bioavailabilitas rivaroxaban sesudah pemberian oral merupakan dose-dependent, mulai dari 80% sampai 100% untuk dosis 10 mg dan 66% untuk dosis 20 mg pada kondisi puasa.

Rivaroxaban direkomendasikan dengan disertai makanan. Rivaroxaban sulit larut dalam air, juga terikat kuat dengan protein sehingga sulit untuk terdialisis.

Dua pertiga obat akan mengalami transformasi melalui isoenzim CYP450 (CYP3A4/5 atau CYP2J2). Rivaroxaban juga merupakan substrat untuk P-gp. Rivaroxaban juga harus dihindari pada pasien dengan gangguan hepar sedang hinggaberat, juga pasien dengan gagal ginjal berat (Perzborn E et al, 2010; Riva N, Lip GY, 2012).

Rivaroxaban berinteraksi dengan beberapa obat. Pemberian rivaroxaban kontra indikasi bila bersamaan dengan inhibitor kuat P-gp dan CYP3A4 (misal: golongan antimikotik) ataupun inducer kuat P-gp dan CYP3A (misal: rifampisin, phenitoin, carbamazepin).

Studi ROCKET AF, dengan publikasi september 2011 melaporkan rivaroxaban (20 mg sekali sehari) dibandingkan warfarin (INR 2-3) pada 14.264 pasien untuk pencegahan stroke pada pasien Fibrilasi Atrial. Dengan hasil, rivaroxaban noninferior terhadap warfarin untuk pencegahan stroke atau emboli sistemik. Tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok dalam risiko pendarahan mayor.

Perdarahan intrakranial dan fatal lebih jarang dalam kelompok terapi rivaroxaban.

Pemberian Prothrombin Complex Concentrate (PCC) dapat dipertimbangkan untuk menetralisir efek antikoagulan rivaroxaban.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home