Sunday, September 23, 2012

Antikoagulan pada stroke akut

Tujuan pemberian antikoagulan pada stroke embolik akut adalah mencegah rekurensi embolik. Risiko stroke berulang setelah mengalami stroke kardioembolik pada pasien yang tidak mendapat terapi sekitar 10% dalam minggu pertama, terutama pada hari ke-5 dan ke-6.

Studi lain melaporkan bahwa risiko mengalami stroke berulang dalam 14 hari pada pasien Fibrilasi Atrial adalah 5% hingga 8% (tanpa terapi antikoagulan). Selain itu, pemberian antikoagulan heparin saat stroke akut mencegah emboli paru dan trombosis vena.

Transformasi perdarahan adalah adanya ptechiae maupun perdarahan besar pada area iskemik. Transformasi perdarahan terjadi pada 15% stroke iskemik dan 30% stroke kardioembolik. Deteksi transformasi perdarahan tergantung pada neuroimejing yang digunakan. MRI lebih sensitif dibanding CT scan kepala pada deteksi awal.

Adanya “spot sign”, suatu ekstravasasi kontras mempunyai hubungan dengan risiko tinggi ekspansi hematoma. Semakin banyak gambaran bintik-bintik semakin tinggi risiko ekspansi.

Studi otopsi juga melaporkan 50-70% pengguna antikoagulan mengalami transformasi perdarahan. Bahkan sebagian besar pasien dengan antikoagulan yang mengalami transformasi perdarahan menunjukkan asimtomatik.

Risiko PIS pada populasi umum berkisar dari 0,5% hingga 2% per tahun. Pada pasien yang menjalani antikoagulasi, risiko perdarahan menjadi 10 kali lebih tinggi.

Di Amerika Serikat, sekitar 5-12 % PIS berkaitan dengan pemakaian OAK. Hart RG et al (2000) mengemukakan bahwa OAK bukan penyebab langsung terjadinya PIS, tetapi OAK merupakan faktor yang memperburuk PIS. OAK memperberat perdarahan yang semula asimtomatik menjadi manifes, terutama pada penderita dengan gangguan serebrovaskular dan hipertensi. Berdasarkan pada beberapa temuan berikut ini.

1. Perdarahan kecil asimtomatik di otak yang tampak dengan pemeriksaan gradient echo MRI ternyata berhubungan erat dengan hipertensi dan bertambahnya usia. Sedangkan hipertensi dan usia tua merupakan faktor risiko PIS yang berkaitan dengan OAK.
2. CAA (Cerebral Amyloid Angiopathy) sering ditemukan pada usia diatas 70 tahun dan merupakan faktor risiko utama PIS pada usia lanjut. CAA dan usia lanjut ini juga merupakan faktor risiko PIS yang berkaitan dengan OAK.
3. Pemakaian OAK pada penderita yang memiliki faktor risiko primer serebrovaskular menunjukkan risiko yang sangat tinggi untuk mengalami PIS.
4. Penelitian pada penderita leukoaraiosis dengan dan tanpa OAK memperkuat dugaan bahwa penyebab yang mendasari terjadinya PIS pada kedua keadaan tersebut sebenarnya sama.
5. Distribusi lokasi PIS yang berkaitan dengan OAK tidak berbeda dengan PIS pada umumnya.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home