Friday, October 16, 2020
Saturday, May 30, 2020
Tuesday, November 21, 2017
Sunday, October 15, 2017
Klasifikasi stroke infark
Klasifikasi stroke menurut TOAST (Trial of Organon in Acute Stroke) membagi stroke iskemik menjadi:
- stroke atherothrombotik,
- stroke kardioembolik,
- stroke oklusi pembuluh kecil,
- stroke karena penyebab lain yang dapat ditentukan
- dan stroke karena penyebab lain yang tidak dapat ditentukan.
Klasifikasi lain menurut CCS (Causative Classufication of Stroke System) menambahkan penyebab lain yang tidak dapat ditentukan menjadi embolik kriptogenik, kriptogenik lain, evaluasi inkomplit, dan tidak terklasifikasi.
Klasifikasi stroke menurut OCSP (Oxfordshire Community Stroke Project). Stroke infark dibagi menjadi
- TACI (total oklusi arteri serebri media),
- PACI (oklusi parsial arteri serebri infark),
- lacunar (LACI),
- dan POCI (infark serebri posterior)
- stroke atherothrombotik,
- stroke kardioembolik,
- stroke oklusi pembuluh kecil,
- stroke karena penyebab lain yang dapat ditentukan
- dan stroke karena penyebab lain yang tidak dapat ditentukan.
Klasifikasi lain menurut CCS (Causative Classufication of Stroke System) menambahkan penyebab lain yang tidak dapat ditentukan menjadi embolik kriptogenik, kriptogenik lain, evaluasi inkomplit, dan tidak terklasifikasi.
Klasifikasi stroke menurut OCSP (Oxfordshire Community Stroke Project). Stroke infark dibagi menjadi
- TACI (total oklusi arteri serebri media),
- PACI (oklusi parsial arteri serebri infark),
- lacunar (LACI),
- dan POCI (infark serebri posterior)
Tuesday, September 26, 2017
Sunday, June 11, 2017
Saturday, October 1, 2016
Manajemen dislipidemi pada stroke
- Dislipidemia merupakan faktor risiko stroke yang sering ditemukan
- Manajemen dislipidemi pada stroke telah masuk pada banyak guideline seperti AHA ASA, Eropa, Jepang
- Banyak studi, yang banyak dipakai referensi adalah SPARCL 2006
- Pada prevensi primer stroke, langkah penanganan stroke seperti pada kasus penyakit jantung koroner menggunakan ACC/AHA. Langkah untuk PJK dapat dipakai untuk stroke dan gangguan arteri perifer. Dengan menghitung risiko terjadinya berdasar usia, kadar ldl dan rumus untuk 10 tahun kasus kardiovaskular even untuk menstratifikasi termasuk high risk atau lainnya. Pada AHA ASA rekomendasi statin untuk hi risk. atau bila tidak bisa dipilih golongan lain. tentunya disertai perubahan lifestyle
- Rumus untuk atherosklerotik risk bisa pakai secara online di https://www.mesa-nhlbi.org/CACReference.aspx
- Untuk prevensi sekunder stroke, statin dapat langsung diberikan pada subtipe atherosklerotik.
- Guideline ICH AHA ASA juga tidak melarang statin pada ICH
- Jika ada terapi gagal, evaluasi pakai ACC guideline, terkait kepatuhan, pikirkan juga secondary dislipedimia (pemakaian diuretik,amiodaron, steroid glukokortikoid, sindroma nefrotik, hipotiroid, kegemukan dan lain -lain)
Semoga bermanfaat,
Nikmatnya kebuli malam ini, sambil mengingat presentasi pagi tadi :)
Monday, July 11, 2016
Makanan pasien stroke dengan kolesterol naik dan diabetes
Makanan yang sehat dan tentunya halal sangat penting dalam mengkontrol faktor risiko stroke.
Pasien stroke yang memiliki kolesterol tinggi perlu mengurangi makanan ber kolesterol
dan menambah konsumsi sayur dan buah.
Buah bisa berupa apel, jeruk, wortel, anggur dan lain lain.
Namun untuk pasien stroke dengan kencing manis perlu takaran khusus
Makanan sebaiknya mengandung tinggi serat, rendah lemak serta membatasi gula.
Total kebutuhan kalori makanan dihitung berdasarkan berat badan pasien stroke.
Sayur merupakan sumber serat yang penting
Sumber protein dapat diberikan dari ikan, ayam
Tetap kontrol kadar gula secara rutin.
Dokter biasanya memeriksakan kadar gula puasa, 2 jam setelah makan, gula acak dan A1C.
Jika pasien merasa lapar, pemberian sayur, sop rendah kalori dapat diberikan.
Rutin periksa mata setiap dua tahun jika perlu.
Biasanya juga diperiksa kencing dan saraf perasa pada kaki
Hindari pemanis buatan
Minyak seperti olive oil dapat digunakan dalam kadar tidak berlebih
Batasi garam maksimal 5 gram perhari (sekitar 1 sendok teh). Jauhkan garam botol dari meja makan
Pasien stroke yang memiliki kolesterol tinggi perlu mengurangi makanan ber kolesterol
dan menambah konsumsi sayur dan buah.
Buah bisa berupa apel, jeruk, wortel, anggur dan lain lain.
Namun untuk pasien stroke dengan kencing manis perlu takaran khusus
Makanan sebaiknya mengandung tinggi serat, rendah lemak serta membatasi gula.
Total kebutuhan kalori makanan dihitung berdasarkan berat badan pasien stroke.
Sayur merupakan sumber serat yang penting
Sumber protein dapat diberikan dari ikan, ayam
Tetap kontrol kadar gula secara rutin.
Dokter biasanya memeriksakan kadar gula puasa, 2 jam setelah makan, gula acak dan A1C.
Jika pasien merasa lapar, pemberian sayur, sop rendah kalori dapat diberikan.
Rutin periksa mata setiap dua tahun jika perlu.
Biasanya juga diperiksa kencing dan saraf perasa pada kaki
Hindari pemanis buatan
Minyak seperti olive oil dapat digunakan dalam kadar tidak berlebih
Batasi garam maksimal 5 gram perhari (sekitar 1 sendok teh). Jauhkan garam botol dari meja makan
Tuesday, May 28, 2013
Gangguan menelan pasien stroke
Sekitar separuh pasien stroke mengalami
kesulitan menelan saat di rumahsakit. Kesulitan menelan disebutkan terkait
dengan tingginya kasus kematian dan buruknya outcome pasien stroke, termasuk
tinggi risiko mengalami penumoni, dehidrasi dan malnutrisi.
Ada
beberapa cara mengenali disfagia pada pasien stroke, pertama pada beberapa
kasus stroke batang otak dan stroke bilateral otak. Pada
kedua jenis stroke tersebut, pasien sangat
berisiko mengalami disfagia. Kedua, jika pasien mengalami sesak, batuk atau
perubahan suara setelah makan atau minum, berhati-hatilah terhadap kemungkinan
aspirasi. Dokter neurolog biasanya memeriksa saraf pasien dan refleks muntah
pada pasien. Bila sangat diperlukan, akan dilanjutkan dengan konsultasi untuk
pemeriksaan FEES (Fibreoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing).
Penyebab kesulitan menelan (dikenal dengan
istilah disfagia) pada pasien stroke dapat disebabkan beberapa hal,
diantaranya:
- Kelemahan pada tahap oral. Pada pasien dengan kelemahan
atau ganguan koordinasi wajah atau lidahakan menalami kesulitan dalam mengolah makanan
dalam mulut, maupun merubah bentuk makanan.
- Kegagalan penutupan laring yang
akan menyebabkan aspirasi
- Berkurangnya "peristaltik" faring
Subscribe to:
Posts (Atom)












